Monolog Memori

Semalam aku terima kiriman pos express...bila ku buka...it's a book..."Travelog Haji. Mengubah Sempadan Iman"..Heard about it before..and kebetulan, pagi tu aku nampak buku yang sama di atas meja kawan sepejabat ku....What a coincidence...

Buku ni hadiah dari seorang teman for my bday...Alhamdulillah...thanks As...really appreciate it... You are really one in a million... May Allah be with you always..

Terdetik di hati aku....bila mengenang semula peristiwa perjalanan ku ke Tanah Suci setahun yang lepas...di mana sebenarnya cabaran itu...? Adakah dalam perjalanan ke Baitullah...? Adakah ketika berada di sana...? Adakah sewaktu aku berlari di antara Sofa dan Marwah...? Atau ketika aku tawaf...? Di mana sempadan itu...?

For things happened to me and my lil zayan...aku sedar...cabaran itu bermula setelah kami kembali semula ke bumi Malaysia..di sini lah cabaran sebenarnya bermula...apakah ziarah dan ibadah yang paling tidak selama 2 minggu itu mampu meninggalkan bekas di hati kami...dalam amal dan perbuatan kami...the way we see things...the way we do things..the way we evaluate the situations...the way we decide....the way we listen...see..feel...etc etc...

Apakah setelah semusim berlalu kami masih mampu mengekalkan harumnya bumi anbiya di hati kami....apakah kami masih mampu merasa hadirnya roh Rasulullah menyahut salam kami ketika beri'tikaf di Raudhah.....apakah kami masih ingat betapa dinginnya lantai Masjidil haram dan Baitullah ketika kami sujud dan mengagungkan kebesaran Allah pada setiap tasbih yang dilafazkan...

Adakah setelah semua itu kami makin ampuh menghadapi segala cabaran duniawi yang setiap ketika menekan jiwa dan hati...menduga iman...adakah hati ini masih mudah di lentur...atau kian menjadi keras umpama batu...? Adakah jiwa ini masih ingat untuk menyembuh sendiri dengan zikrullah dan selawat ke atas Rasul....apa kami masih ingat itu semua.....? Atau kami terus tenggelam dan terseret dalam kerisauan...tekanan dan lemas dalam arus yang terus menolak nolak ketepi dan ketengah..entah kemana arahnya lagi..

Subhanallah...hanya engkau yang Maha Mengetahui Ya Rahman....bimbinglah hati kami agar sentiasa berada di jalan mu...dan jangan lah Kau pesongkan hati ini setelah Engkau berikan petunjuk...amin...ya rabbal alamin...