Monologue Pagi Yang Dingin

Ada masanya kita perlu berhenti sejenak dan berundur setapak untuk melihat sesuatu dengan penglihatan yang lebih luas dan jelas…Demi mempelajari apa juga hikmah dan message yang ingin disampaikan oleh yang Maha Kuasa pada kita…

Ada masanya kita perlu diam dan pejamkan mata sejenak untuk bisa mendengar apa yang ingin dibicarakan oleh hati…apa yang ingin dibisikkan oleh iman…

Ada masa kita perlu melihat mereka yang berada di bawah demi menghargai apa juga yang kita miliki pada tika dan saat ini…Hidup walau sukar...jiwa walau getir...mimpi walau sekelumit...kenangan meskipun pahit...kemampuan untuk melangkah walau perlahan…penglihatan walaupun kabur…pendengaran walau tidak sempurna…Mana mungkin kita bisa jadi sempurna kerna kesempurnaan adalah milikNya yang mutlak…Namun pada sisa tenaga yang ada...sesungguhnya kita masih mampu untuk mencuba menjadi yang lebih baik dari yang semalam…

Tariklah nafas sedalam mungkin…pandanglah sekeliling dengan syukur…senyumlah pada diri dan alam seikhlas mungkin…kerna sesungguhnya alam akan tersenyum kembali padamu…dan itulah saat yang paling indah…yang bisa mungkin membuat kamu ingin terus hidup dan meneruskan perjalanan ke destinasi yang hakiki…

Elegi Esok Pagi

Izinkanlah kukecup keningmu
Bukan hanya ada didalam angan
Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati seikat kembang merah

Engkau tahu aku mulai bosan
bercumbu dengan bayang-bayang
Bantulah aku temukan diri
Manyambut pagi membuang sepi

Izinkanlah aku kenang sejenak perjalanan..
Dan biarkan kumengerti
Apa yang tersimpan dimatamu...

Barangkali di tengah telaga
ada tersisa butiran cinta
dan semoga kerinduan ini
bukan jadi mimpi di atas mimpi

Izinkanlah aku rindu pada hitam rambutmu...
Dan biarkan ku bernyanyi
demi hati yang risau ini...

Barangkali di tengah telaga
ada tersisa butiran cinta
dan semoga kerinduan ini
bukan jadi mimpi di atas mimpi